Artikel Pilihan

Tampilkan postingan dengan label seo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seo. Tampilkan semua postingan
8 Jul 2014

Anchor Text : Cara Penggunaan yang Baik

0 comments
Anchor teks merupakan kata atau frase berbentuk hyerlink yang merujuk kepada url tertentu. Biasanya digunakan untuk memudahkan pengunjung dalam hal navigasi website maupun untuk mereferensikan situs atau halaman yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Penggunaannya dapat berupa link internal maupun incoming link (inbound link) dan eksternal (outbound link).

Anchor teks seringkali digunakan untuk meningkatkan rangking situs pada halaman SERP. Umumnya keyword tertentu diletakkan pada anchor text. Metode seperti cloaking dan link farm terbukti dapat melakukan hal tersebut pada masa sebelum algoritma search engine belum terlalu cerdas seperti saat ini. Namun dengan hadirnya beberapa algoritma terbaru dari Google seperti Penguin, penggunaan anchor text yang berlebihan dapat berakibat buruk terhadap kinerja SEO situs anda.

Idealnya sebuah anchor text harus dapat mencerminkan keterkaitan yang erat antara frase atau keyword yang digunakan dengan target url tersebut dan bertujuan memberikan manfaat lebih bagi pengunjung bukan hanya semata membuat link building. Beberapa kekeliruan dalam teknik penggunaannya misalnya membuat anchor text dalam jumlah banyak dengan frase yang persis sama seperti :

<a href="www.misal.com/kategori/download-ebook">Download Ebook</a> 

dan ditanamkan pada berbagai alamat situs yang berbeda maupun di lingkup internal situs tersebut.

Berhubung antek-antek Google sekarang sering mengamuk tak pelak lagi langkah aman wajib dilakukan. Saya pribadi lebih senang menggunakan variasi keyword pada anchor text untuk target url yang sama baik itu sifatnya link internal maupun eksternal, mengikuti saran Om Matt Cutss dan para pakar SEO lainnya.

Misalkan saja keyword yang dibidik adalah “membuat blog” maka variasinya seperti “belajar membuat blog”, “membuat blog dalam 5 hari”, dan lebih bagus lagi jika di mix dengan anchor text natural seperti “klik di sini”, “situs ini”, dan semacamnya.
2 Jul 2014

Belajar SEO - Memahami Dasar Optimasi Mesin Pencari

0 comments
Belajar SEO - Mesin pencari seperti Google, Bing, Yahoo, masing-masing memiliki algoritma atau formulanya tersendiri untuk menentukan bagaimana suatu objek (website, blog, video, gambar, dll) diperingkatkan pada halaman mesin pencarian. Google sendiri memiliki lebih dari 200 signal untuk hal ini sedangkan Bing mengklaim memiliki kurang lebih 1000 signal namun tetap saja google merupakan mesin pencari populer sampai saat ini sehingga sebagian besar orang yang berkecimpung sebagai optimizer lebih memfokuskan diri untuk mengenali algoritma google, salah satunya saya, he..he..

Belajar SEO

Perlu saya tekankan di sini bahwa tidak ada seorangpun yang tahu secara pasti keseluruhan signal Google tersebut kecuali Matt Cuts dan timnya. Namun, bukan berarti hal ini mengurungkan niat kita untuk terus belajar dan belajar mengenai SEO apalagi sifatnya yang dinamis.

Tulisan ini sengaja saya angkat sebagai bahan pembelajaran pribadi mengenai SEO dan semoga berguna juga bagi anda. Saya menggunakan berbagai sumber referensi online dari berbagai situs, baik yang berbahasa indonesia maupun inggris, yang saya anggap terpercaya sehingga boleh dikatakan bahwa tulisan ini bersifat opini dan hasil berbagai penelitian yang dilakukan oleh para pakar SEO. Bila anda menginginkan acuan yang lebih baik dan benar anda dapat mendownload SEO for Google, dan SEO for Bing. Bagi anda yang baru belajar SEO sebaiknya meluangkan waktu khusus karena akan banyak yang harus anda ketahui.

Apa itu SEO ?


SEO (Search Engine Optimization) merupakan serangkaian metode yang digunakan untuk memudahkan mesin pencari mengindeks suatu website atau situs. Istilah ini baru mulai dikenal pada tahun 1997 padahal metode ini sudah mulai dilakukan pada pertengahan tahun 1990-an berarti sudah hampir 20 tahun istilah ini ada di dunia maya.

Mengapa Belajar SEO Penting ?


Jawabannya saya rasa sudah jelas, agar anda lebih mudah mengarahkan mesin pencari mengindeks isi suatu situs baik itu berupa teks, video, gambar maupun dokumen dan menempatkan situs anda pada halaman pertama SERP (Search Engine Results Page). Website yang memiliki nilai lebih di mata mesin pencari (web crawler) dan pengguna tentunya akan mendatangkan trafik visitor yang lebih baik dan terserah anda mau dimanfaatkan seperti apa trafik tersebut, entah itu untuk monetisasi blog/website, seperti adsense dan layanan advertising lainnya, popularitas, maupun untuk meningkatkan penjualan produk anda secara online maupun offline.

Berbagai metode SEO dapat digunakan untuk mengoptimasi website, seperti yang akan saya jabarkan dalam artikel ini, namun jangan sampai menggunakan teknik-teknik yang dianggap sebagai spam (black hat) oleh mesin pencari bila anda berorientasi jangka panjang dengan tujuan website anda. Black hat, White hat, adapula Gray hat, tidak akan saya jelaskan di sini, pada prinsipnya hanya berbeda dalam hal intensitas penggunaan metode SEO.

Semakin berlebih anda menggunakan suatu teknik optimasi maka kemungkinan besar akan mengakibatkan efek negatif bagi website anda di mata mesin pencari. Lantas, berapakah nilai amannya ? Maaf, tidak ada seorangpun pakar yang tahu pasti. Oleh karena itulah, studi-studi dilakukan untuk mengetahui batasan-batasan yang wajar dalam optimasi mesin pencari, khususnya google, berbagai referensi yang ada sebagian besar juga hanya mampu menjelaskan secara detail terbatas pada hal APA saja yang mempengaruhi peringkat suatu website pada SERP dan hanya sebagian kecil yang mampu menjabarkannya dengan lebih baik menyangkut NILAI/ANGKA dari batasan-batasan tersebut.

Kesemuanya itu hanyalah perkiraan, namun akumulasi dari berbagai riset yang dilakukan setidaknya dapat melahirkan beberapa ide maupun hipotesis yang akurat. Beberapa metode SEO yang efektif saya berikan di bawah ini. Silahkan disimak dan dianalisa sendiri sesuai dengan kerangka berpikir yang kritis.

Metode SEO


Secara garis besarnya teknik SEO terbagi atas dua kategori Onpage SEO dan Offpage SEO. Masing-masing memiliki percabangan yang cukup banyak sehingga untuk membahasnya secara mendetail tidak cukup dengan satu tulisan ini saja, pada lain kesempatan saya akan menjelaskannya secara detail.

Teknik On Page SEO / Optimasi Internal

Metode ini menyangkut tentang optimasi dalam lingkungan internal website yang dapat anda atau webmaster kontrol sepenuhnya.
  1. Struktur Website. Perhatikan bagaimana kerangka situs anda, beberapa point penting yang harus diperhatikan yaitu :
    • Akses crawler. Pastikan bahwa robot dapat mengakses setiap halaman situs dengan baik tanpa mengalami error. Seringkali masalah yang terjadi disebabkan oleh file robot.txt. Submit sitemap/denah situs pada setiap mesin pencari.
    • Kategori. Buat struktur konten yang terorganisir dengan baik berdasarkan kategorinya, misalnya dengan memberikan label atau tag pada tiap halaman blog di Blogger.
    • Error page. Atasi berbagai macam error yang terjadi pada halaman situs, seperti 404, 503, 500 dan sebagainya.
    • Internal link. Link building tidak selamanya harus berasal dari luar namun bagaimana membangun internal link yang relevan pada internal situs turut mempengaruhi keberhasilan SEO.
  2. Kecepatan Akses. Kontrol bagaimana situs anda ditampilkan dengan lebih cepat demi kenyamanan pengunjung. Beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu, membatasi penggunaan elemen yang tidak perlu (gambar, video, iframe, javasript) dan mengkompres file gambar.
  3. Keyword / Kata Kunci
    • Research. Bangun list keyword yang akan digunakan. Lakukan pemilihan kata kunci yang tepat dengan memperhatikan dua prinsip dasar “What” (keyword yang digunakan) dan “Who” (kompetitor). Salah satu cara termudah yang kerap dilakukan untuk menghindari persaingan yang ketat yaitu dengan memakai “long-tail keyword” untuk membangun “micro niche site”.

      Riset kata kunci terkadang mudah bagi beberapa orang namun bagi pemula hal ini terasa sulit. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan terutama bagi pemula, yaitu pemilihan keyword yang terlalu umum dan tingkat persaingannya ketat, keyword dengan jumlah pencarian yang sedikit, lebih terfokus hanya pada satu jenis keyword tanpa memperdulikan keyword turunan yang potensial. Padahal lebih mudah untuk mendapatkan peringkat dengan menggunakan beragam “long-tail keyword” dalam satu topik dibandingkan harus mengejar satu macam keyword tertentu dengan tingkat persaingan yang lebih besar.

      Misalkan jika topik yang dipilih mengenai “mobil”, tentunya anda akan lebih sulit bersaing mendapatkan posisi SERP yang baik. Cobalah gunakan keyword yang lebih spesifik seperti “mobil taruna” dan lebih baik lagi jika yang digunakan adalah “mobil taruna bekas”. Perhatikan apakah tingkat pencariannya cukup banyak atau tidak. Jika tidak, cari kata kunci spesifik yang lebih potesial mendatangkan pengunjung.

      Setelah mendapatkan topik (keyword) yang akan dibidik selanjutnya kita lihat bagaimana tingkat persaingannya di halaman mesin pencarian. Kali ini kita akan menggunakan Goolge sebagai alat bantu dan metode ini sifatnya mendasar. Pertama, ketikkan frase kata kunci yang dipilih (misalnya “mobil taruna bekas” tanpa tanda kutip) pada kolom yang disediakan dan perhatikan point berikut :
      • Untuk lima hasil pencarian pertama, apakah terdapat situs yang menggunakan keyword tersebut secara utuh ?
      • Apakah keyword muncul pada judul, url atau bagian halaman (konten) ?

      Setelah memperoleh semua jawabannya, selanjutnya dibuat rencana strategis bagaimana anda akan mengalahkan daftar situs yang bertengger pada posisi 1 sampai 5.
    • Densitas. Penggunaan keyword yang berlebihan sangat berbahaya bagi reputasi website, berapa nilai yang disarankan ? Daripada menduga-duga lebih baik gunakan keyword secara natural pada setiap konten.
    • Distribusi. Tempatkan kata kunci secara merata di tiap bagian halaman : judul, tag heading, tag meta, tag deskripsi, bagian awal, tengah dan akhir konten, teks anchor, url situs dan tag alt.
    • Aktualisasi. Gunakan style Bold, Underline, Italic pada target keyword namun jangan berlebihan dan sebaiknya dicampur secara natural dengan phrase atau kata non-keyword yang ingin anda tekankan kepada pengunjung.
  4. Konten. Sajikan selalu hanya konten yang berkualitas bagi pembaca namun tetap memperhatikan faktor “searchable” bagi mesin pencari. Sebagaimana yang sering kita dengar “Konten adalah Raja” namun di era perkembangan algoritma pencarian sekarang ini lebih tepat bila dikatakan“Konten berkualitas adalah Raja”. Hukum inilah yang sekarang berlaku di rimba persaingan SERP.

    Konten dengan nilai jual tinggi dan memberikan banyak manfaat kepada pembaca dengan sendirinya akan membangun trafik pengunjung yang stabil, baik melalui link share yang banyak maupun menciptakan pengunjung loyal.
  5. Tag HTML. Perhatikan penggunaan tag HTML pada setiap halaman situs terutama title, deskripsi dan heading. Hal ini mencerminkan tema dari tulisan yang anda buat.
  6. Author/Publisher.Sertakan mark up author ataupun publisher pada setiap tulisan. Metode ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan praktisi SEO mengenai seberapa besar dampaknya terhadap optimasi website.
  7. Mobile Ready. Situs yang dapat diakses melalui mobile web selain memperluas jangkauan target visitor juga dapat memberikan nilai plus di mata mesin pencari.
  8. Umur Domain. Faktor ini masih menjadi acuan penting bagi mesin pencari untuk menentukan pagerank.

Teknik Off Page SEO / Optimasi Eksternal

  1. Social Media. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, para webmaster hanya berkutat di seputar internal situs dan link building antar situs (kebanyakan bersifat teknis) untuk mencapai popularitas. Kini dengan hadirnya berbagai social media semakin memudahkan kita dalam mencapai popularitas karena didukung oleh berbagai macam teknologi terbaru seperti plug-in yang dapat diintegrasikan pada situs.
  2. Inbound Link. Seberapa banyak situs berkualitas yang mereferensikan website anda mencerminkan seberapa pentingnya situs anda.
Belajar SEO membutuhkan ketekunan dan konsistensi apalagi algoritma mesin pencari seringkali berubah dari waktu ke waktu. Anda harus sering mencari tahu perkembangan terbaru seputar SEO. Oke, mungkin hanya itu sedikit pengantar dari saya seputar dasar optimasi mesin pencari. Sampai ketemu di tulisan selanjutnya. Silahkan berikan masukan yang sifatnya membangun melalui form komentar di bawah ini. Apabila ada yang ingin ditambahkan saya dengan senang hati mendengarnya dari anda dan mari kita diskusikan bersama-sama.
26 Jun 2014

Apa itu Cloaking ? - Belajar SEO

0 comments
Mendapatkan jumlah pengunjung yang banyak menjadi impian setiap pemilik website. Namun, bukan berarti demi menggapai tujuan tersebut kita harus keluar dari kaidah SEO yang baik. Anda dapat membaca tulisan saya sebelumnya pada Belajar SEO untuk memahami praktek dasar optimasi website.

Cloaking merupakan salah satu teknik yang sering dilakukan oleh pelaku Black Hat SEO (spamdexing) dengan tujuan untuk meningkatkan SERP situsnya. Metode ini dilakukan dengan cara mengelabui crawler dan pengguna menggunakan kode program khusus (script) sehingga bila pengguna mengunjungi website tersebut dari halaman hasil pencarian maka mereka akan diarahkan ke target halaman tertentu sedangkan bagi mesin pencari akan diarahkan ke halaman lainnya yang sudah dioptimasi dengan baik dengan harapan crawler akan memberikan indeks rangking yang lebih baik dari seharusnya. Cloaking pada dasarnya relevan dengan istilah doorway pages.

Hal tersebut tentulah akan sangat merugikan di sisi pengguna. Oleh karena itu, Google - yang masih bertahan sebagai pemegang peringkat situs pencari nomor satu di dunia - melakukan pembenahan pada algoritmanya dengan melahirkan Panda dan Penguin untuk memberantas berbagai tindakan cloaking dan teknik spam lainnya.

Walaupun metode cloaking pada prinsipnya adalah memberikan hasil yang berbeda bagi pengguna dan robot mesin pencari (crawler) namun pada beberapa kasus tertentu hal ini tidak termasuk, seperti pada penggunaan situs mobile dan domain yang berbeda berdasarkan lokasi pengguna (negara atau wilayah tertentu). Sepanjang konten suatu halaman hanya dibedakan oleh translasi bahasa dan penyesuaian tampilan maka hal tersebut tidak masuk ke dalam kategori cloaking.

24 Jun 2014

Memilih Niche Blog / Website, Langkah Dasar Memulai Bisnis Online

0 comments
Boogle baru saja membuat blog bisnis onlinenya yang pertama. Rencananya ia mau menjual berbagai jenis koleksi komik miliknya di internet, kebetulan dia sangat gemar membeli komik sebelumnya, dengan cara memajangnya di blog baru tersebut.

Satu minggu pertama Boogle sangat semangat jepret sana, jepret sini berbagai komik kesayangannya lalu mengiklankannya di blog lengkap dengan keterangan masing-masing. “Wuih, gue bakalan dapat jutaan nih minggu depan”, mimpinya. Satu bulan berjalan belum ada satu pun barang yang laku, Boogle mulai gelisah. Bulan-bulan berikutnya, satu biji pun belum ada yang terjual. Padahal harga komik yang ditawarkan sangat murah, “kenapa bisa begini ?”, tanyanya.

Cerita di atas hanya rekayasa (maaf kalau ada yang merasa, hihihi). Saya pun pernah mengalami hal semacam itu. Pola para pemula yang masih berjalan sampai sekarang, kesalahan yang sama berulang terus-menerus. Jangan sampai anda pun mengalaminya.

Saya tidak akan membahas cara membuat blog atau website pada tulisan kali ini. Saya akan mengulas lebih jauh mengenai niche dalam bisnis online yang merupakan pondasi dasar, inti, dari suatu blog atau situs.

Niche dapat didefinisikan dalam berbagai arti, sebagai celuk pasar, target keyword yang sangat spesifik (long-tail keyword), target pembaca dan sebagainya. Intinya, niche dalam dunia bisnis internet merupakan sasaran pasar dalam skala yang lebih kecil namun berpotensi menghasilkan keuntungan.

Sebelum anda terjun ke bisnis online terlebih dahulu lakukan riset niche pasar untuk mengetahui target pasar potensial, tingkat persaingan serta nilai ekonomi lainnya apakah menguntungkan bagi bisnis anda nantinya atau tidak. Memilih niche pasar yang kurang tepat tentunya hanya akan menguras tenaga, waktu, dan uang. Pastikan bahwa produk yang akan anda tawarkan cukup banyak dicari oleh pengguna internet dan anda yakin dapat bersaing dan berkembang di dalam celuk pasar tersebut.

Misalkan anda berencana menjual “baju bola” yang diproduksi sendiri ataupun produk orang lain yang djual melalui website anda. Namun ternyata setelah ditelusuri lebih dalam, jumlah peminat produk tersebut sangat sedikit dan sebagian besar bukan calon pembeli yang potensial. Atau bisa juga peminatnya cukup banyak namun didominasi oleh para pemain besar. Lantas langkah apa yang sebaiknya dilakukan jika skenario di atas terjadi?

Untuk kasus yang pertama ada dua opsi, mengubah produk atau menciptakan pasar anda sendiri. Mengganti produk lama dengan produk baru yang dinilai lebih menguntungkan jauh lebih mudah dibandingkan harus membuat pasar anda sendiri, hal ini membutuhkan sumber daya yang lebih banyak dan kecepatan penetrasi serta stabilitas pasar sangat menentukan apabila sudah mulai bermunculan calon kompetitor yang akan turut andil dalam pasar yang telah dibangun.

Untuk kasus yang kedua juga ada dua opsi, mundur dalam artian mengganti produk atau membuat produk yang lebih spesifik, unik. Opsi kedua contohnya anda menawarkan “baju bola dengan motif batik” dan ternyata cukup banyak peminatnya serta tingkat persaingannya kecil.

Riset Niche Keyword, Pentingkah ?


Berbicara mengenai bisnis online pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan bentuk bisnis dalam dunia nyata, perbedaan mendasar hanya terletak pada media yang digunakan. Jika dalam bisnis online kita menggunakan website atau blog sebagai media publikasi maka pada bisnis real digunakan surat kabar, majalah, televisi, radio dan berbagai bentuk media offline lainnya sebagai media promosinya. Namun saat ini, dengan semakin menjamurnya penggunaan social media seakan membuat batasan tersebut menjadi kabur. Orang-orang sudah mulai menawarkan produk maupun layanannya menggunakan media sosial tersebut, baik itu facebook, twitter, dan lain-lain.

Lantas apakah hubungan riset keyword dengan bisnis online ? Hubungannya sangat-sangat erat sekali. Pengguna internet, dengan berbagai karakteristiknya, sebagian besar menggunakan situs pencari informasi (Google,Bing, Yahoo) untuk memperoleh detail produk atau layanan yang diinginkan dan terdapat jutaan website yang dapat mereka akses namun situs pencari hanya menampilkan sebagian kecil situs yang dinilai relevan dan bermanfaat bagi pengguna.

Tampilan Halaman Awal Google

Dengan melakukan riset keyword anda dapat mengetahui kebiasaan pengguna internet dalam mengakses informasi pada situs pencari, topik yang paling banyak dicari, tingkat persaingan pada topik tertentu dan masih banyak manfaat lainnya yang diperoleh. Hasil dari riset tersebutlah yang nantinya akan diaplikasikan pada website anda. Keyword (kata kunci) apa yang tepat digunakan pada situs atau blog anda untuk niche (misalkan : peminat baju bola motif batik) yang dipilih.

Nah, setelah membaca tulisan ini saya harap anda mengerti arti penting menentukan niche untuk blog atau website. Masih banyak yang mesti dipelajari (terutama saya pribadi) agar dapat berhasil dalam niche yang dibidik, terlebih jika anda sendiri yang menjalankan semuanya. Setidaknya anda harus belajar mengenai SEO (Search Engine Optimization) lebih dahulu agar blog/situs dapat muncul pada posisi pertama halaman hasil pencarian (SERP) serta bgaimana cara membuat blog atau website yang baik.

Saran, kritik, pertanyaan, atau ada tambahan ? silahkan berkomentar melalui form di bawah. Bersama-sama kita belajar dan membangun bisnis online.
23 Jun 2014

4 Teknik Penggunaan Keyword Yang Sebaiknya Dihindari

0 comments
seo keyword

Keyword dalam SEO merupakan salah satu faktor krusial terhadap optimasi website. Metode penggunaan yang salah (spam) dapat menyebabkan situs anda terkena penalti terlebih oleh Google. Empat faktor yang harus diperhatikan, yaitu :
  • Over. Penggunaan keyword yang berlebihan sangat berbahaya bagi website atau blog. Selain sangat menggangu pemandangan (pengunjung maksud saya, he..he..) juga sangat menarik perhatian mesin pencari dan tim webspam Om Matt Cutts. Alih-alih dapat pejwan, situs anda malah bisa ditendang keluar (deindex) dari halaman hasil mesin pencarian. Sebaiknya hindari pengulangan kata kunci yang tidak perlu pada bagian konten, judul, meta deskripsi, heading tag, alt tag dan teks anchor.
  • Cloaking. Maaf bila saya banyak memakai istilah bule, bukan jam (clock) yah maksud saya tapi CLOAKING (jadi ingat pelajaran reproduksi – kloaka, wa..ha..ha...). Teknik ini sering digunakan untuk mengelabui crawler dengan tujuan untuk memberikan vote atau memperkuat keyword yang dibidik. Prinsip kerjanya dengan cara menampilkan halaman yang berbeda antara pengunjung dan mesin pencari.
  • High Level. Hindari menggunakan target kata kunci yang tingkat persaingannya ketat, seperti download, software, dsb. Selain akan menguras banyak waktu, tenaga dan biaya kemungkinan besar website anda akan memiliki nilai CTR yang rendah apalagi bila strategi SEO yang digunakan cuma mengandalkan “organic search” tanpa branding. Cek Riset Keyword untuk lebih jelasnya.
  • Terselubung. Keyword maupun link dengan teks anchor yang tersembunyi walaupun tidak memberikan feedback negatif terhadap user namun teknik ini merupakan SPAM dan mesin pencari, tidak seperti sebelumnya, sudah sangat mahir mengenali polanya.
Sebagai kesimpulan, gunakan kata kunci seperlunya saja pada seluruh halaman situs anda. Tulisan maupun konten yang menarik dan memberi nilai tambah bagi pengguna tanpa dioptimasi pun sudah dapat bersaing. Tidak ada jalan pintas untuk mendapatkan rangking satu di SERP tanpa kerja keras dan kerja cerdas kecuali untuk tujuan jangka pendek, mungkin saja.
19 Jun 2014

Teknik dan Riset Keyword dalam SEO

0 comments
Salah satu teknik Onpage SEO yang penting dalam optimasi website yaitu pemilihan dan penggunaan keyword (kata kunci, query) yang tepat. Keyword idelanya mencerminkan tema suatu website, halaman situs atau objek (video, gambar, dll). Menurut definisinya, istilah ini diartikan sebagai kata atau serangkaian kata/frase, baik terdiri dari huruf, bilangan maupun kombinasinya.

Riset Keyword

Sejumlah kontroversi muncul sehubungan dengan teknik penggunaan keyword yang efektif dan efisien serta berbagai metode riset diperkenalkan untuk memudahkan webmaster dalam menganalisa dan menentukan target keyword.

Saya pribadi lebih cenderung mengadopsi teknik yang diberikan oleh Matt Cuts dalam berbagai videonya seputar optimasi mesin pencari dan menggabungkannya dengan referensi beberapa pakar SEO.

Riset Keyword


Bagaimana cara membuat keyword yang baik sangat menentukan keberhasilan strategi SEO anda ke depan. Analisis kekuatan pesaing, penentuan tema atau niche website, serta dukungan berbagai software pendukung akan sangat membantu dalam realisasi program yang telah direncanakan.
  1. Menentukan tema atau niche website. Sebelum meluncurkan website, situs, blog maupun produk anda, wajib hukumnya untuk menentukan tema/niche apa yang ditargetkan. Tanpa hal tersebut, mungkin saja orientasi yang telah dibuat tidak berjalan lancar sepenuhnya. Tiga faktor utama yang harus diperhatikan yaitu :
    • Kekuatan Pesaing. Lakukan riset terlebih dahulu mengenai Siapa dan Berapa besar kekuatan kompetitor yang akan dihadapi dalam lingkup niche anda.
    • Aktivitas. Telusuri seberapa besar minat pencarian terhadap niche anda, pastikan hanya masuk ke niche tersebut apabila dinilai mudah dan menguntungkan (paling banyak dicari). Misalkan, niche yang dipilih adalah “komputer” dan setelah dicek diketahui bahwa terdapat sejumlah 10.000 pencarian untuk keyword tersebut, nah di sini anda tentukan apakah akan tetap menggunakannya atau tidak dengan mempertimbangkan potensi persaingan yang mungkin muncul dan sumber daya yang dimiliki (dana, penulis, skill, dll). Anda dapat menggunakan Google Adwords Keyword Planner untuk mengetahui jumlah estimasi pencarian keyword tertentu dalam sebulan.
    • Geografis. Penentuan wilayah yang akan digarap tidak kalah pentingnya dalam strategi persaingan. Untuk keyword “komputer” misalnya, setelah dipertimbangkan dengan matang anda lebih memilih untuk bersaing di negara Indonesia dibandingkan menggarap wilayah Amerika Serikat dengan keyword “computer” karena terasa lebih ketat persaingannya.
  2. Membuat List Kata Kunci. List keyword berfungsi sebagai kontrol bagi anda agar tetap fokus terhadap topik yang dipilih. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan, bisa puluhan, ratusan bahkan ribuan.
    • Menentukan Keyword Utama. Setelah mantap dengan niche yang dipilih, selanjutnya tentukan keyword utama yang terasa mudah bagi anda. Misalkan, niche “komputer” dengan keyword “belajar komputer” atau “jual beli komputer”.
    • Long-tail Keyword. Contohnya : “belajar dasar komputer”, “jual beli komputer bekas”.
    • Keyword Semantik. Maksudnya adalah kata kunci yang masih berkaitan (relevan) dengan keyword utama dan terkadang digunakan sebagai teknik ekspansi niche secara perlahan oleh para praktisi SEO. Contohnya : “belajar pemrograman” masih ada hubungannya dengan “belajar komputer”.
  3. Analisis Kompetitor
    • Page Rank (PR). Gunakan Google Pagerank atau tools lainnya seperti SEQuake.
    • Target Keyword. Untuk melihat keyword utama yang digunakan oleh kompetitor, dapat dilakukan dengan cara melihat kode html/page source pada bagian meta keywords.
    • Trafik. Saya lebih senang menggunakan Alexa untuk mengetahui estimasi trafik dan rangking suatu website.
    • Popularitas. Anda dapat menggunakan facebook, twitter maupun situs media sosial lainnya untuk mengetahui popularitas suatu situs.
    • Jumlah indeks. Cara mudah untuk melihat jumlah indeks halaman situs kompetitor yaitu dengan mengetikkan “site:domain”. Lebih spesifik lagi, ketikkan “site:domain keyword” untuk mengetahui jumlah halaman terindeks berdasarkan keyword tertentu melalui Google.
  4. Keyword Tools
    • Google Adwords Keyword Planner
    • Google Correlate
    • Google Suggest
    • Google Trend
    • Keyword Discovery
    • Keyword Density
    • Ubersuggest
    • Wordtracker
    • Wod Stream

Teknik Penggunaan Keyword


  1. Natural vs Artifisial. Berapa banyak keyword yang sebaiknya digunakan ? 4%, 5%, 20% ? Bila anda berpatokan pada frekuensi kata kunci (keyword density) maka anda KELIRU ! Keyword yang berlebihan dapat menjadikan anda tersangka spammer. Lantas apa parameternya ? Matt Cutss menyarankan untuk menggunakannya secara natural, cukup beberapa keyword dalam suatu halaman website.
  2. Penggunaan Dalam HTML
    • Letakkan pada judul dan meta deskripsi, usahakan agar keyword berada pada bagian awal sebuah kalimat atau frase.
    • Heading tag yang baik mencerminkan struktur suatu halaman, tambahkan beberapa kata kunci pada sebagian darinya.
    • Usahakan agar target keyword berada pada bagian awal, tengah dan akhir tulisan dengan proporsi yang dirasa cukup bagi pembaca agar tidak melenceng jauh dari topik yang dibahas.
    • Gunakan beberapa teks anchor yang berisi kata kunci, misalnya “<a href="https://www.misalnya.com/contoh-laporan.html">Contoh laporan</a>”.
    • Manfaatkan style CSS, Bold, Underline dan Italic, pada keyword dan non-keyword untuk menekankan tema, sub tema maupun hal lainnya yang dirasa perlu mendapat perhatian pembaca, bukan hanya sekedar menarik perhatian mesin pencari.
  3. Spam. Beberapa metode Blackhat SEO di bawah ini kerapkali dilakukan untuk mengelabui mesin pencari dengan tujuan memperoleh peringkat SERP yang baik. Agar lebih memudahkan kita ambil sebuah contoh kasus “keyword stuffing” berikut : Si A memiliki situs dengan kata kunci utama “harga tablet” dan menggunakan beberapa “long-tail keyword” seperti “harga tablet terbaru” dan “harga tablet bekas”.
  4. 4 Teknik Penggunaan Keyword Yang Sebaiknya Dihindari
    • Penggunaan pada konten
      Harga tablet advan terbaru lengkap dengan spesifikasi tablet dan review tablet. Tablet advan ... merupakan .... Harga tablet ini ... Pihak advan menyatakan bahwa ... harga tablet. Anda juga dapat menemukan informasi seperti harga tablet bekas dan harga tablet terbaru dari berbagai vendor lainnya melalui website ini. Kami menjamin bahwa harga tablet bekas dan harga tablet terbaru yang kami sajikan merupakan informasi harga tablet yang akurat dan terpercaya.
    • Judul, contoh : “Info Harga Tablet Advan Terbaru, Harga Tablet Bekas dan Harga Tablet Baru”
    • URL, contoh : "www.infohargatablet.com/harga-tablet-advan-terbaru-dan-harga-tablet-bekas.html"
    • Heading Tag
      <h1>Harga Tablet Advan</h1>
      <h2>Harga Tablet Bekas Advan</h2>
      <h3>Perbandingan Harga Tablet Advan dan Samsung</h3>
Sebagai kesimpulan dari tulisan ini, penggunaan keyword yang tepat sasaran sangat mendukung optimasi maksimal suatu website. Namun, tanpa didukung oleh kualitas konten yang memiliki nilai tambah di mata pembaca tentunya tidak akan memberikan hasil optimal terhadap strategi SEO yang diaplikasikan.
17 Okt 2011

Update Status Dengan Postingan Blog via Social Network Secara Otomatis

1 comments
twitterfeed logo
Social network menjadi salah satu senjata ampuh bagi para blogger untuk mengoptimasi SEO blog. Bagi para blogger yang rutin mengupdate status dan menyertakan postingan blog terbaru pada social network tentunya. memakan waktu dan tenaga. Namun dengan hadirnya TwitterFeed kendala tersebut dapat teratasi dan akan semakin memudahkan kita mengoptimasi blog dan meningkatkan trafik.

TwitterFeed merupakan layanan gratis (sampai saat tulisan ini dibuat) yang membantu mempublikasikan postingan blog terbaru ke berbagai social network, termasuk facebook dan twitter, dengan menggunakan RSS feed blog kamu. Pada dasarnya mirip ketika kita mempublikasikan konten blog ke berbagai social bookmark secara otomatis. Tutorial lengkapnya dapat kamu baca di postingan saya berikutnya.

Update
Mohon maaf berhubung layanan ini sering gak stabil/error jadi saya sarankan mendingan pakai layanan yang lain aja deh . . . Sorry yah tutorialnya gak jadi dibuat... : )
31 Jan 2011

Asyiknya Libur...!

0 comments
Huff...setelah semingguan beraktivitas kini waktunya untuk nyantai. Sungguh asyik rasanya menikmati liburan pada penghujung segala akttivitas rutin yang terkadang membosankan dan menguras banyak energi.

Menikmati liburan bagi saya seperti mencharge kembali semangat kita yang telah lowbat (hape kali...!). Di samping itu, kita masih dapat memanfaatkan waktu liburan untuk menyusun rencana kegiatan ke depan maupun mengevaluasi hasil kegiatan sebelumnya.

Hard work, vacations and management is the key to a successful life for myself personally. How about you?